suatu hari tepatnya hari rabu, 19 juni 2013. saya bertemu dengan salah satu mahelasiswa UI. setelah ngobrol dan diskusi lama, akirnya saya bertanya... siapa namanya mas?... diapun menjawab. namaku mas'puad. hehee
dann akupun mengenalkan diriku dengan nama lengkapku ACHMAD CHUSANUDIN.. dari UIN. dan asli orang kebumen. saya mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi di jakarta.
setelah lama berbincang.... diapun menawari saya untuk pindah tempat ngobrol.. saya gak tahu kenapa dia suka ngobrol dan berdiskusi bareng saya. berawal dari sebuah kelas saja, dilanjutkan di gerbang dan di pos satppam. heheee kayak pencuri aja yang lagi diinvestigasi. upppsss introgasi.. maaf gan.
nama\, alamat, dan pekerjaan sudah.. ada yang belum kutanyakan.. kerjaan.. jodoh dan keluarga. iya itu....
dia belum berkeluarga, tapiu sudah punya rumah senilai 225 jt. di tangerang. hehe walaupun cuma kredittt..
dan diapun belum menikah. cuma lagi nyiapin bekal untuk nikah... UUUPPPSSS jadi pingin nikah saya.
tukar no hp sudah merupakjan hal biasa dalam perkenalan,...gu saya kasih itu nomern hp saya. dan diapun juga sebaliknya..
say tomorrowwww.......
yang penting sudah dapat ongkooossss....
yeeesssss
habis itu, naek tepuk tiga kali, bajaj dateng... setelah kutanya, namanya juga MAS'ad.
cuma bayar 15 rb.. sampai tempat angkoott..
naek angkooot pun ketemu ama nenek yang mau ngejenguk kakaknya namanya juga MAS'ad.
hehee
dirumah, tempatnya di kosan saya.. ada juga MAS'ad./
hahahahaasaaa
banyak MAS MAS....
tapi itu menarikkkk
menjelaskan tentang islam indonesia yang selalu memegang teguh nilai tradisi lama dan mengambil tradisi baru yang baik
Rabu, 19 Juni 2013
amalan hizib
Mengamalkan
doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar
atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah
SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih
sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat
menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
'Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu'min: 60)
Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:" كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ
Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ''Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan." (HR Muslim [4079]).
Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:
Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut." Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anak anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).
Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman menggunakan azimat, misalnya:
عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ
Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “'Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).
Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:
Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepada-Nya. (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)
lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.
A-Marruzi berkata, ''Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu'awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas)." Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, "Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil." Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dari hidungnya), dst." (Al-Adab asy-Syar'iyyah wal Minah al-Mar'iyyah, juz II hal 307-310)
Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.
1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW
2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.
3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja." (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83).
dari : http://www.as-salafiyyah.com/2010/09/bolehnya-amalan-hizib-dan-azimat.html
اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
'Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu'min: 60)
Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:" كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ
Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ''Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan." (HR Muslim [4079]).
Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:
Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut." Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anak anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).
Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman menggunakan azimat, misalnya:
عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ
Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “'Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).
Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:
Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepada-Nya. (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)
lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.
A-Marruzi berkata, ''Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu'awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas)." Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, "Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil." Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dari hidungnya), dst." (Al-Adab asy-Syar'iyyah wal Minah al-Mar'iyyah, juz II hal 307-310)
Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.
1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW
2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.
3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja." (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83).
dari : http://www.as-salafiyyah.com/2010/09/bolehnya-amalan-hizib-dan-azimat.html
Sabtu, 15 Juni 2013
islam indonesia
indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. hal ini merupakan suatu kekuatan yang cukup untuk mempertahankan tradisi islam. bahwasanya kita sekarang ketahui bahwa islam sudah terpecah menjadi banyak golongan dengan ideologi yang berbeda. ada sunni, syiah dan ada juga yang beridiologi islam fundamentalis.
berawal dari permasalahan dan keresahan hati, maka islam indonesia sangat membantu dalam menjaga tradisi. dimana islam indonesia menjaga toleransi, kebersamaan serta saling tolong menolong. baik dengan sesama maupun antar umat beragama.
islam memiliki perbedaan sudah dimulai sejak zaman rasul. dilanjutkan pada zaman sahabat serta kekholifahan pada masa bani umayyah dan bani abbas. seperti adanya kaum syiah yang menyatakan ali RA sebagai kholifah yang sah. selain itu juga ada golongan mutjiah. ada golongan khowarij.
perpecahan dan perpecahan karena masalah akidah menjadi sangat pe nting ketika para penguasa lebih deminan terhadapa idiologi tertentu seperti pada masa bani abbas, para elite politik lebih kuasa dengan mu'tazilahnya...
sehingga para tokoh sunni sempat dipenjarakan dan terusir. hal ini lambatr laun menjadikan islam menjadi seru...
pada zaman turki usmani, musthofa kemal juga yang dikata orang ,menjadi sa ng pembaharu, dan membawa turki kepada kemandiriannya menjadi negara yang tidak berlandaskan islam. yaitu dengan adany westernisasi...
kita harus jeli memandang sejarah. walaupun sangatlah sulit. kita rahu bahwa kemal merupakan pejuang yang mempunyai kekuatan pendukung orang orang luar. yang ingin menghancurkan dan menanamkan idiologi baru.
sehingga lambat laun.. islam semakin terpinggirkan diganti dengan nilai nilai barat.
kemudian muncul juga adanya aliran wahabi dengan tokohnya abdul wahab dan raja arab. sehingga hal ini mempuinyai dampak kepada islam yang ada di indonesia.
wallohu 'alam
Kamis, 16 Februari 2012
jagasima
jagasima merupakan sebuah desa di pesisir selatan kota kebumen.
jagasima mempunyai banyak dusun. diantaranya: dusun sima, dusun tinayan, kembangan, dan dusun buruan.
jagasima ini sebagian besar penduduknya bertani. ada juga yang menjadi buruh seperti buruh tani dan pedagang.
tetapi, ada juga ibu rumah tangga yang menjadi TKI di luar negeri.
desa ini juga banyak mencetak para generasi bangsa melalui sekolah SD, Mts. dan setelah lulus Mts, banyak yang meneruskan sekolah.. ada juga yang meneruskan ke Bandung, Jakarta dan kota kota besar di Indonesia..
di desa ini juga, hidup makmur dan damai warganya. anak-0anak kecil maen kelereng, egrang, oncong, cak cakan dan grobak sorong..
sudah lama saya ga pulang ke desa ini.. sekarang saya di sumatra.. kangend banget rasanya sama rumah.
semoga lebaran besok dapat pulang kerumah..
jagasima mempunyai banyak dusun. diantaranya: dusun sima, dusun tinayan, kembangan, dan dusun buruan.
jagasima ini sebagian besar penduduknya bertani. ada juga yang menjadi buruh seperti buruh tani dan pedagang.
tetapi, ada juga ibu rumah tangga yang menjadi TKI di luar negeri.
desa ini juga banyak mencetak para generasi bangsa melalui sekolah SD, Mts. dan setelah lulus Mts, banyak yang meneruskan sekolah.. ada juga yang meneruskan ke Bandung, Jakarta dan kota kota besar di Indonesia..
di desa ini juga, hidup makmur dan damai warganya. anak-0anak kecil maen kelereng, egrang, oncong, cak cakan dan grobak sorong..
sudah lama saya ga pulang ke desa ini.. sekarang saya di sumatra.. kangend banget rasanya sama rumah.
semoga lebaran besok dapat pulang kerumah..
Patih Danurejo I
saya kagum dengan sesosok Patih Daburejo I, beliau ini tokoh yang sangat luar biasa, dengan segenap jiwa dan raga, membela tanah ini dari belanda.
beliau ini tokoh yang sakti. pada masa itu, beliau bersama para pendekar dan adipati (mohon maaf, saya lupa namanya) berjuang keras mematahkan perlawanan belanda(KOMPENI)
untuk beliau kami panjatkan doa....
dari
seorang anak kampung yang rindu akan berkahmu...
Kamis, 08 September 2011
kemerdekaan
kita semua nya tahu. bahwa 17 agustus 1945 bangsa kita indonesia tercinta merdeka. dan pada bulan agustus juga dengan sekuat tenaga dan pikiran, para pemimpin bangsa ini berjuang habis-habisan guna terwujudnuya pemerintahan.
mulai dari bagaimana cara menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan indonesia kepada seluruh pelosok negeri ini. sampai hal-hal pengambil alihan kekuasaan di wilayah-wilayah yang masih di kuasasi oleh jepang di daerah.
hal pertama dilakukan adalah penunjukan gubernur guna mewakili dan memperlancar pemerintahan daerah. ada 8 gubernur yang ditunjuk. yaitu sumatera, jawa, sunda kecil, dll ( tolong cari tahu juga ya)... dalam pada ini banyak sekali rintangan. tiap daerah satu dengan yang lain sangat lah berbeda dalam mengambil alih pemerintahan serta mengumumkan kemerdekaan serta melanjutkan pemerintahan yang sah,.
salah satu contoh, di daerah sumatra yang langsung dibawahi oleh gubernur yang pertama yaitu MT. hasan. disini sangat diperlukan siasat dan rapat besar guna mengumumkan kemerdekaan dan mengambil alih pemerintahan.
rapat akbar diadakan dan hasilnya akan dilakukan pengambil alihan kekuasaan secara serentak di sumatra. dan prnurunan bendera jepang serta menaikan sang saka merah putih..... tetapi semua nya tidak berjalan lancar. salah satunya karena . ada satu daerah: saya lupa namanya. di daeragh medan kalo ga salah. sempat terjadi bentrok antara pemerintah kita dengan jepang. hal ini dikarenakan pihak jepang tidak mau n\menurunkan bendera hinomarunya.. dan tidak mau meninggalkan gedung yang di jadikan kantor pemerntahan. akhirya suasana kembali tenang setelah pemimpijn kita memberi perintah bahwa.. " ayo, kita pergi dari sini. dan kita pindah ke gedung lain sebagai kantor pemerintahan kita".....
semuanya itu hanya sebagian cerita. belum lagi peristiwa dasyat yang terjadi di provinsi sunda kecil di bawah pemerintahan I Ktut Pudja...... .....
merdeka......
"lanjutkanlah perjuangan..... karna sudah banyak korban berjatuhan." by jendral soedirman....
benteng terakhir dari suatu negra ada dalam hati para p[ejuangnya: dari prajurit pejuang tanpa akhir.....
Sabtu, 30 Juli 2011
Pahlawan Tangerang.......
tangerang merupakan kota di pinggiran ibu kota yang keberadaannya tidak lain untuk menyempurnakan ibu kota. mulai dari faktor jalan, dan lain sebagainya. kota tangerang memiliki berbagai fungsi seperti, kesehatan, keamanan dan sosial.
melihat keadaan tersebut, kita harus bersyukur akan hal tersebut. dapat dlakukan dengan cara melihat kebelakang. yaitu masa-masa kolonial. dengan melihat hal ini, kita dapat memetik hikmah dan semakin mantap kita dalam menerapkan nilai kebangsaan.
mengingat peristiwa perjuangan revolusi fisik di serpong tangerang selatan...
tahukah anda siapa itu mayor daan mogot?....................
seorang pahlawan kebanggan kota tangsel ....?
beliau adalah direktur sekolah militer pertama di indonesia lho..tapi semua nya telah kandas ketika murid2nya dan belia gugur sebagai pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa...
merdeka....
"anak-anakku, teruskanlah perjuangan, karna sudah cukup banyak korban berjatuhan"..
by"jendral soedirman"
Langganan:
Komentar (Atom)